Kamis, 02 Februari 2017

Menyembuhkan segala penyakit dimulai dari diri sendiri




 Menyembuhkan segala penyakit dimulai dari diri kita 

1.Pertama kali sudah seyogyanya kita berpasrah diri kepada Tuhan,dan meyakini bahwa ada kekuatanNya yang Maha Besar dalam diri kita dan dapat kita akses untuk menyembuhkan segala penyakit kita baik penyakit jasmani maupun rohani.
2. Penyadaran diri bahwa penyakit yang menghampiri kita adalah sebuah peringatan bagi kita untuk kembali sadar ke diri kita, ada sebuah ketidakseimbangan yang terjadi. Dan kita disuruh mawas diri (Eling kepada Tuhan), serta berusaha memperbaikinya disamping berkat dan hidayah Tuhan.
3.Dengan kesadaran kita atau kita tidak sadar suatu penyakit itu datang adalah hasil dari pikiran-pikiran buruk di masa lampau yang berlanjut pada perkataan, dan perbuatan buruk di masa lalu. Ada sebab dan berakibat langsung, ada pula yang menumpuk dari waktu ke waktu dan muncul setelah diam berapa tahun, tahu-tahu kita langsung sakit tak berdaya, tahu-tahu otak sudah gak bisa buat berpikir berat, tahu-tahu fisik sudah terasa berat sekali meskipun hanya untuk sekedar berdiri, tahu-tahu anak menjadi nakal, tahu-tahu ditinggal isteri/suami, tahu-tahu bisnis jatuh dan hutang menumpuk gak punya uang, dan berbagai rupa keterpurukan lainnya. Setelah itu sekejap pula kita seperti diliputi kecemasan, kegelisahan, gak tahu harus berbuat apa. Muncul pertanyaan kenapa ini harus terjadi?coba semampunya kita merenung sejenak. Dengan sekedar sadar sejenak, semoga bisa sedikit mengurangi beban kita. Jika kita merasa sudah terlanjur masuk dalam kubangan rasa sakit dan keterpurukan, hal yang sebaiknya dilakukan dari sekarang adalah memunculkan pikiran-pikiran positif dan pegang terus sekuat-kuatnya agar dominasi kekuatan negatif yang sudah terlanjur masuk dalam diri kita berangsur-angsur berkurang dan hilang. Memang tidak mudah, tapi hanya itulah yang manusia dapat lakukan untuk penyembuhan diri beserta keyakinan penuh plus kesadaran penuh untuk meyakini adanya kekuatan besar dan tak terbatas dari Tuhan yang bersemayam dalam diri kita.Peran orang lain adalah sekedar membantu, kekuatan terbesar untuk penyembuhan adalah pada diri kita sendiri.
4.Untuk perlindungan diri, berhati-hatilah terhadap pikiran kita. Karena rahasia semua ini adalah pada pikiran. Efek adalah hasil dari perbuatan, perbuatan adalah efek perkataan, dan perkataan adalah efek buah pikir. Apa yan kita alami sekarang adalah entah susah atau senang adalah buah dari perbuatan, perkataan, dan pikiran di masa yang lalu. Ciptakan dari sekarang pikiran positif secara terus menerus untuk melindungi diri dari energi buruk. Percayalah pikiran positif tidak akan bercampur dengan kekuatan pikiran negatif. Suatu saat kita akan terbebaskan. Akses dan berlatihlah secara terus menerus, konsentrasi kepada kekuatan Tuhan dalam diri kita untuk tujuan pengendalian emosi dan mencapai kesabaran. Dengan keyakinan kuat , maka tak lama lagi kita akan bertemu yang disebut kebahagiaan jasmani dan ruhani.
5.Nikmatilah proses pencerahan diri dan bersyukurlah kepada Tuhan atas apa yang kita alami ini dan apa-apa yang masih kita miliki sampai saat ini. Karena merasa bahagia dan syukur adalah awal mencapai segala keberhasilan dalam penyembuhan.
6.Bekerjakeraslah dalam kesabaran dan yakinlah pada diri sendiri. Tuhan selalu bersama kita. Buang!..Buang!..jauh-jauh….rasa gelisah, cemas, panik, takut, khawatir, kecewa, dan perasaan buruk lainnya karena semua itu adalah #bibit-bibit penyakit# hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….mengerikan!!! ayo sadarlah wahai kita!!!!!!!

Tips mengatasi kecemasan, panik, kekhawatiran akut



Mengatasi serangan kecemasan/panik/khawatir berlebihan

1.Katakan berulang kali hal yang membuat anda khawatir sampai anda bosan ngomong, bosan mendengar, dan tujuan akhirnya anda bosan memikirkan hal itu. Capek deh…..Pikiran akhirnya akan merespon secara biasa sesuatu hal yang biasanya mmbuat panik dan rasa cemas,panic,khawatir itu diharapkan akan hilang dengan sendirinya.
2.Abaikan rasa gelisah seperti perasaan tidak enak pada bagian-bagian tubuh tertentu misalkan dada nyeri,sesak nafas, jantung berdetak kencang. Saya tidak tahu ini datang dari mana, kenapa semua itu tiba-tiba terjadi tanpa ada pemicunya. Tapi kadang ini biasanya yang kita anggap terlalu berlebihan, karena kadar rasa kita yang sensitif mungkin dan perasaan kita mengatakan tidak enak dan seperti akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap diri kita. Mungkin habis ini kita pingsan, atau habis ini kita akan mati, atau habis ini kita menjadi pengangguran sukses yang gak berarti, bisa juga habis ini kita akan mengalami kelumpuhan total dan lain-lain yang cenderung condong ke hal-hal yang membuat kita terpuruk. Sesulit apapun itu , coba abaikan saja!! Apakah setelah kita abaikan hal-hal yang kita takutkan, semua kekhawatiran itu akan terjadi?buktikan saja sendiri. Fakta membuktikan tidak terjadi, dan tak akan terjadi.Percayalah pada diri kita sendiri sepenuhnya. Bahayanya jika kita ikuti terus pikiran buruk itu maka kita akan dibawa /diseret kepada sesuatu yang tidak jelas dan halusinasi pikiran.kita akan dipengaruhi halus, pelan tapi pasti kepada ketergantungan terhadap sesuatu yang jauh dari nalar kehidupan yang nyata. Ya, setiap hari kita akan lebih menonjolkan sesuatu yang tidak nyata daripada yang nyata. Itulah mengapa orang yang bisanya terkena gangguan kecemasan orang itu biasanya minder, tidak percaya diri, usahanya gagal, depresi, bingung….hiiiii ngeri deh…… Dan jika keadaan ini dibiarkan, maka  bisa jadi hampir seluruh kesadaran orang itu hilang dan bisa jadi sesuatu yang buruk itu terjadi. Ampunilah dosa-dosa dan kesalahan kami Tuhan, cukuplah hanya Tuhan yang menjadi penolong kami..baca terus doa ini ya bro/sist. Ya sebisa mungkin kita abaikan rasa gelisah itu dan fokus kepada yang namanya kesadaran.
3.Jika rasa gelisah itu datang sebagai pikiran buruk dan itu terasa kuat bahkan kita sulit untuk mengabaikanya, maka  berusahalah untuk menjawab dengan pikiran logis dan jawaban itu bisa membantu batin kita menjadi lega. Misal kita akan mati, jawablah semua yang hidup pasti mati. Yang berhak mencabut nyawa hanya Tuhan. Tujuan dari kegelisahan itu sebenarnya tidak ada/kosong, kita hanya digiring ke sesuatu yang tidak jelas supaya kita menjadi bingung, mudah lupa, dan tidak sadar. Jika tidak percaya mari kita praktikkan secara sederhana. Ketika kita memikirkan sesuatu yang buruk, saya pastikan itu akan mengembang/mempunyai alur percabangan pikiran yang mirip alur cerita drama/ sinetron pendek, coba telusuri masing-masing alur. Disitu kita seolah-olah dijadikan lakon penderita yang selalu menderita menahan cobaan hidup, dan saya pastikan endingnya tragis.(Jajal dirungokke lak ora genah, seolah-olah awake dewe dimelok-melokke dadi lakon penderita, njo nek ditunggu terus alure anane kepedihan, susah trus akhire tragis le mati kek, le gendheng kek, le lumpuh kek, le bosok awake he he he uwis ah).coba anda perhatikan keseluruhan alur, kita kembali ke kesadaran kita (bisa dengan melihat jari2 kedua tangan kita) apakah kita mengakui kita baru saja dibawa ke sesuatu yang kosong/tidak jelas/bosok…gak mutu. Disitu kita dipancing dengan gambaran orang-orang yang telah mengecewakan kita, masalah dan kesulitan yang belum kita selesaikan, kegagalan-kegagalan kita, dan tekanan energi yang membuat kita tidak nyaman dengan diri dan raga kita. Kira-kira jawaban logis mengatasi itu bagaiamana?jawabannya adalah diam, tahan kesadaran anda pada pegangan yang paling kuat. Let it flow, biarkan pikiran buruk itu menyelesaikan ceritanya, kita tunggu saja sampai dia kehabisan kata-kata (pikiran buruk itu bersifat sementara, jadi pasti ada jeda). Ketika jeda itu muncul,   bilang terima kasih lalu buang jauh-jauh!! Ingat yang kita butuhkan hanya jangan sampai kita larut .#dilus ae/dirayu/dicekel/bar kui gentian guwakk sing adoooh weduse..!#
4.Sediakan waktu khusus untuk memikirkan masalah yang memang benar-benar harus dicarikan solusinya.misal gak punya uang, masih menganggur, masih sakit, dan lain-lain. Ingat carilah waktu khusus dimana kita sedang nyaman, keadaan pikiran yang sedang jernih, dan jangan sekali-kali membuat keputusan disaat kita galau sebab pasti hasilnya banyak ke hasil buruk. Amati sejenak ke belakang apakah kegagalan kita di masa lampau karena akibat keputusan kita yang terburu-buru, atau sedang memikirkan hutang, gengsi, iri, dan lain-lain. Memang ada masalah yang sepertinya susah dipecahkan, bukan masalahnya yang berat hanya karakter penyelesaiannya harus bertahap. Tidak  ada orang yang ingin punya masalah yang banyak. Semua orang rata-rata jika punya persoalan, maka segera pula ia ingin cepat menyelesaikannya. Mungkin waktu kita sekolah ada pr-pr  yang harus kita selesaikan, semakin tugas-tugas cepat kita selesaikan semakin kita merasa ringan dan lega. Ingat dalam perjalanan hidup tidak harus berpola seperti itu, kadang kita tidak bisa memilih masalah yang akan datang menerpa kita. Ada masalah yang bisa cepat kita tangani, dan ada juga masalah yang memang butuh waktu untuk bisa diselesaikan. Bisa 1 hari, 1minggu, 1 bulan atau bahkan 2 atau 3 tahun lagi suatu masalah bisa diselesaikan. Yang terpenting masalah yang kita hadapi jangan sampai mempengaruhi keadaran kita terlalu massiv. Kelola tingkat stress kita, maka kita akan bisa melewati hidup dengan tenang. Jika kita telah menyediakan waktu, membahas solusi namun masalah itu masih terasa sulit dipecahkan maka sebaiknya rehat terlebih dahulu dan kita bisa mengganti dengan waktu yang lain, tempat yang berbeda. Bila dapat momen yang nyaman, masuklah pelan-pelan kedalam keruwetan yang kita hadapi, dalami, pelajari, dan tentukan arah tembak yang tepat sasaran untuk solusinya. Semoga berhasil.
5.Berlatihlah menetralkan pikiran sebagai daya charging. salah satunya bisa dengan meditasi. Konsentrasi bertahap naik, dengan pengendalian batin secara bertahap kearah kesabaran dan pengendoran urat syaraf. Jangan dipaksakan/emosi, capai ketenangan diri dengan pelan dan pasti. Sebagai catatan tambahan, meditasi tidak menerapkan target-target tertentu. Ketenangan semakin dikejar semakin jauh, namun ketenangan bisa kita dapat pada saat kita tidak memikirkannya. Jadilah avatar he he…yakinlah kamu bisa #berjaya#
6.Jika tekanan pikiran sangat berat, kita bisa mencari bantuan pembimbing rohaniawan atau psikolog.carilah orang yang nyambung dengan omongan kita, dalam arti  kita merasa nyaman dan tidak merasa dipaksa-paksa dengan aturan-aturan maupun dogma-dogma tertentu. Indikator yang paling mudah adalah kita bebas ngobrol, bisa menumpahkan semua yang kita rasakan dan pikirkan. Semoga kita mendapatkan ketentraman.

Rabu, 01 Februari 2017

Kiat menghadapi persoalan hidup




 
Kiat Menghadapi persoalan hidup



1.Kuatkan hati  untuk siap menghadapi yang cocok dengan keinginan kita dan yang tidak cocok dengan keinginan kita. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, tapi itu buruk bagimu dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu tapi itu baik bagimu. Tuhan mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah:216)
2.Perih dan getirnya persoalan yang kita rasakan bisa jadi memang Tuhan sedang memberikan cintaNya kepada kita dengan menggugurkan dosa-dosa kita yang memang dosa-dosa itu bisa terhapus hanya dengan rasa sakit, perih, menyayat, getir, dan menyesakkan dada. Masih beruntung  kita merasakan sakit dan penderitaan di dunia ini, ini tandanya Tuhan memperhatikan kita. Tuhan ingin memperbaiki hidup kita menjadi lebih baik. Bagaimana jika kita dibiarkan saja oleh Tuhan terbelenggu banyak dosa-dosa yang kita tidak menyadarinya .Kita tahunya hidup enak, berkecukupan, sejahtera, apa-apa diberi kemudahan kemudian tiba-tiba Tuhan memanggil kita dan kita belum sempat sadar dan bersyukur serta mohon ampunanNya. Kita tentunya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya hiiii…bersyukurlah kita sekarang sedang hidup susah, sedang sakit, sedang stress, sedang gagal, sedang kekurangan uang,sedang sedih, dan lain-lain. Itu tandanya kita sedang diperhatikan Tuhan, sedang diperbaiki Tuhan, sedang diberkati Tuhan.Yang perlu kita lakukan adalah bersyukurlah disaat engkau susah maupun senang. Percaya Tuhan sedang memberikan kasih sayang yang besar dan kenikmatan ke kehidupan yang kita mungkin tidak tahu atau tidak menyadarinya. Mungkin pada saat kita stress/sakit/menderita pada saat itu juga anak-anak kita diberikan kesehatan, rangking kelas yang bagus, dapat piala pada perlombaan sekolah, istri atau suami kita diberi kesehatan, kesabaran yang lebih dalam merawat kita dan bukan meninggalkan kita. Orang tua yang sehat dan diberi kesabaran memperhatikan kita dan bukan meninggalkan kita. Kira-kira apakah kita menyadari hal-hal seperti itu disekeliling kita?kebanyakan semua pikiran tertuju pada penderitaan kita. Mari berbaik sangka kepada Yang Memberi Kehidupan kepada kita.
3.Jika memang keadaan sudah terlanjur parah, detik ini merasakan sakitnya penderitaan lahir batin, maka yang harus kita lakukan adalah ridlo. Karena tidak ridlopun ya tetap sakit. Orang itu semakin menderita bukan karena kenyataannya tapi dia tidak bisa menerima kenyataan. Yang dianjurkan adalah terimalah kenyataan ini dan berusahalah pelan-pelan untuk memperbaiki keadaan.
4.Ketika menyadari kita diuji. Selanjutnya jangan mempersulit diri dengan memikirkannya berlebihan.(wes menderita dipikir sisan…ra rampung-rampung le). Dan janganlah kamu merasa lemah dan janganlah kamu bersedih hati sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman.(QS Ali Imron:139).
5.Jika capek maka istirahatlah sembari berdoa Tuhan semoga hamba dibangunkan dengan keadaan gembira.

Pengalaman buruk waktu kecil




Pengalaman buruk waktu kecil

         Pelajaran dari alam menerangkan bahwa kesuksesan berawal dari pikiran. Dan bila kita mulai dari pikiran, maka pikiran positiflah yang memegang peranan sebagai motor kemajuan menuju kesuksesan kita. Lalu apakah pikiran negatif itu?apakah selamanya penghambat seseorang dalam kesuksesannya adalah pikiran negatif. Menurut saya pikiran negatif itu adalah pikiran yang muncul dari alam bawah sadar  yang tersimpan sebagai akibat dari memori kekecewaan, kegelisahan,dan pengalaman buruk seseorang di masa lalu dan muncul bersama-sama dengan nafsu , pikiran negatif  identik sebagai partner dari nafsu. Pikiran negatif bisa juga diartikan sebagai pikiran yang muncul yang akan membawa kita bertindak tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, dia hanya ingin kita melakukan apa yang pikiran negatif tekankan itu untuk memuaskan nafsu belaka, tidak mempertimbangkan situasi, kondisi, dan kemampuan sehingga dampaknya lebih merugikan. Ada banyak  faktor  yang menyebabkan sesorang itu punya pikiran negatif yaitu faktor yang muncul dari internal dan faktor dari eksternal. Faktor internal mengacu pada pikiran negatif  yang bersumber dari dalam diri seseorang itu sendiri seperti bisikan hawa nafsu yang bermacam-macam dan dalam rentang  hidup seseorang itu menurutkan hawa nafsunya sehingga alam bawah sadar merekamnya dan jadilah pikiran negatif itu bersarang di tubuh dan pikiran kita. Sedangkan faktor eksternal mengacu pada tindakan atau perbuatan yang menyatu dalam pengalaman hidup seseorang yang dihasilkan dari tekanan dari luar diri seperti dari pola ajaran orang tua yang buruk, guru di sekolah yang bengal, teman yang nakal, atasan dalam lingkungan pekerjaan yang otoriter, dan perbuatan dari orang lain yang buruk (difitnah, dicaci, diasingkan, dibully, dan lain-lain). 
         Apakah pikiran negatif tidak berasal dari godaan syetan mas?saya disini bisa menjawab semampu saya bahwa iya bisa juga, syetan merayu manusia dengan menumpang didalam aliran nafsu dalam darah kita, terus mampir di pikiran dan dada kita lewat bisikan. Tapi saya berpendapat selama kita bisa menjaga kejernihan pikiran kita, syetan bisa kita perangi. Mengapa kita masih kadang masih kalah dengan memperturutkan hawa nafsu kita?karena didalam diri kita, di dalam pikiran kita masih tersimpan pikiran buruk yang merupakan tempat  syetan menancapkan kukunya dan eksis. Maka kita dalam agama disarankan belajar sabar, sembahyang, dan belajar mengendalikan hawa nafsu.Disini saya tidak akan membahas mengenai dominasi syetan terhadap manusia, tapi saya lebih tertarik untuk membahas bagaimana kita belajar bersikap, bertindak, dan berkata-kata sebagai hasil dari pola pikir yang terkendali sehingga tidak menyebabkan pikiran buruk bersarang di diri kita dan orang lain.
     Karena saya pernah mengalami desakan pikiran negatif dalam hidup saya yang juga saya rasa mempengaruhi munculnya pikiran buruk , saya akan menceritakan pengalaman buruk saya waktu saya kecil sampai menjelang dewasa yang mempengaruhi  jiwa, mental, dan  emosional saya. Disini juga saya akan tuliskan dampak dan penilaian saya sekarang setelah saya bisa menyadarkan diri saya dengan belajar menerima setiap keadaan, memaafkan perlakuan dari orang tua dari dulu sampai sekarang dan menyebutnya sebagai proses pendewasaan hidup. Semoga bisa menambah pengetahuan kita, dan bermanfaat bagi anda-anda para orang tua untuk lebih baik dalam mengarahkan anak-anaknya. Jangan sampai niat kita ingin menjadikan  anak sebagai manusia yang unggul, malah keliru menjadi sebaliknya.
a.      . Perlakuan: Saya jika berbuat kesalahan maka hukumannya dijewer, dipukul, dibentak-bentak
 Dampak    : Saya menjadi penakut, minder, takut berbuat salah jadi tertekan akhirnya jadi salah terus dan dipukul terus he he…
 Penilaian  : Sebaiknya anak kalo salah, ya ditegur dulu jangan langsung main pukul, masih kecil lebih baik diarahkan ke  bidang lain yang mendidik anak menjadi lebih mandiri. Boleh mukul tapi jika anak itu memang anak durhaka hue hue hue..
b.      Perlakuan: Orang tua saya sering bertengkar
Dampak    : Saya menjadi anak yang bingung, dan pendiam
Penilaian: Kalo bertengkar jangan didepan anak-anak, anak itu pikirannya itu masih polos. Nada tinggi itu mempengaruhi gelombang otak anak disamping Bising…!!mbudegi mak…!he he
c.      Perlakuan : Orang tua saya sering menitipkan saya ke orang lain
Dampak : saya menjadi penyendiri, tidak percaya diri
Penilaian : Kalau punya anak ya jangan sering dititipin ke orang, kasih sayang orang tua asli itu tak tergantikan, sakit rasannya kaya gak punya perhatian, lapar ditahan, sakit perut ditahan, kasihan benar.Diluar sana banyak orang menikah yang belum punya keturunan, maka yang sudah punya anak jangan engkau sia-siakan.
d    Perlakuan :Saya gak boleh ikut lomba yang saya senangi, jadi pesuruh buat beli rokok sering wkwkwk
Dampak: Mental terbelenggu, tidak percaya diri, minder
Penilaian: Anak itu butuh interaksi, butuh pengakuan diri yang positif akan kemampuannya. Anak itu bukan patung suruhan Pak, anak itu jangan jadikan pelampiasan kekesalan orang tua. Hutang-hutang sendiri gak bisa bayar anak-anak yang dimarahin yeee…..
e.   Perlakuan : Kerap dijanjikan mau dibelikan sesuatu tapi gak jadi-jadi lama nunggunya, giliran sempat membelikan sesuatu meleset dari keinginan saya
Dampak     : Saya menjadi sering berangan-angan (kelamaan nunggu janji), sedih yang tak bisa terucapkan
Penilaian : Lebih baik jangan menjanjikan sesuatu kepada anak, jika tidak mampu. Jujurlah kepada anak, berikan pengertian yang santun kepada anak jika anak meminta sesuatu yang diluar kemampuan orang tua.

     Itulah sekelumit contoh pengalaman saya waktu kecil dan masih banyak contoh lainnya. sepertinya sepele tapi itu sampai membekas dan menimbulkan pikiran buruk dalam diri saya. Saya baru menyadari setelah saya dewasa, ternyata hal-hal itulah yang menghambat kemajuan dalam hidup saya. Sampai sekarang, saya bersyukur pelan-pelan bisa mengurangi pikiran-pikiran buruk itu dengan:
a.     Menerima perlakuan orang tua saya sebagai ujian pendewasaan hidup.
b.   Seburuk-buruknya perlakuan orang tua terhadap kita, lebih buruk lagi jika kita membalas dengan keburukan. Meskipun kita sebagai anak benar, sedangkan orang tua kita salah, maka kita akan menjadi salah jika sampai membuat orang tua kita kecewa.
c.    Pilihlah kata –kata yang santun jika kita ingin mengingatkan orang tua kita. Ingat anak sampai kapanpun tidak bisa menggurui orang tua (kalah pamor mas he he). Anak hanya bisa mengingatkan….
d.     Menjadikan perbuatan buruk orang tua kita sebagai bahan penting buat pengajaran kita buat anak-anak kita nanti. Karena pengalaman buruk akan hilang dengan balasan kebaikan.
e.      Menyadari bahwa membutuhkan usaha dan kerja keras untuk bisa memaafkan diri sendiri.
f.        Mumpung orang tua kita masih hidup, sayangilah mereka, berbaktilah kepada merka, minta maaflah kepada mereka, maafkanlah dirimu sendiri, maka engkau akan sukses kawan.
Bagi para orang tua ya “jangan mentang-mentang jadi orang tua”.